Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Konflik Yerusalem, Menag: Persoalan Palestina Bukan Semata soal Umat, Tapi Menyangkut Kemanusiaan

Hambali , Jurnalis-Minggu, 10 Desember 2017 |06:21 WIB
Konflik Yerusalem, Menag: Persoalan Palestina Bukan Semata soal Umat, Tapi Menyangkut Kemanusiaan
Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin. (Foto: Okezone)
A
A
A

TANGSEL - Keputusan Amerika Serikat (AS) mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel mengundang kecaman banyak negara, termasuk Indonesia. Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menjelaskan, sikap tegas yang disampaikan pemerintah Indonesia sudah tepat. Mengingat, dalam konstitusi Indonesia ditegaskan bahwa kemerdekaan adalah hak bagi setiap bangsa di dunia.

"Persoalan Palestina (Yerusalem) itu tidak hanya semata persoalan umat saja, tapi ini persoalan kemanusiaan, bahkan ini amanat pembukaan Undang-undang Dasar (UUD) kita. Jadi sikap bangsa Indonesia yang ditunjukkan Presiden kita, Bapak Joko Widodo (Jokowi), adalah dalam rangka menjalankan konstitusi," katanya usai acara diskusi 'Ngopi Nusantara' di Jalan Perigi Baru, Pondok Aren, Tangerang Selatan (Tangsel), Sabtu 9 Desember 2017 malam.

Selain itu, Menteri Lukman menyoroti mulai memanasnya situasi keamanan di banyak negara dalam menyikapi keputusan AS soal Yerusalem. Dia pun berharap, peran Organisasi Kerjasama Islam (OKI) yang akan menggelar pertemuan luar biasa di Turki pekan depan mampu mengeluarkan solusi terbaik untuk menekan pemerintah AS.

(Baca juga: AS Akui Yerusalem Ibu Kota Israel, Menag: Beresiko Konflik di Seluruh Dunia)

"Kita selalu konsisten dalam persoalan Palestina, dan Bapak Presiden menyatakan komitmennya untuk hadir. Karena pertemuan ini sangat khusus membahas status Yerusalem, dan harapan kita agar Amerika bisa menganulir keputusannya itu," imbuhnya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement